Pendekatan OTORITER dalam pembelajaran kelas

 Pendekatan Otoriter
Pendekatan otoriter adalah suatu pendekatan pengendalian perilaku peserta didik oleh guru. Tujuan guru yang utama adalah mengendalikan perilaku peserta didk karena gurulah paling mengetahui dan berurusan dengan peserta didik. Tugas ini sering dilakukan guru dengan menciptakan dan menjalankan peraturan dan hukuman. Pendekatan otoriter janganlah dipandang strategi yang bersifat mengintimidasi. Guru yang mempraktekan pendekatan otoriter tidak memaksakan kepatuhan, merendahkan peserta didik dan tidak bertindak kasar, guru otoriter bertindak untuk kepentingan peserta didik dengan menerapkan disiplin yang tegas.
Pendekatan ini memandang bahwa menejemen kelas adalah proses mengendalikan perilaku peserta didik . Dalam pendekatan ini, peranan guru adalah mengembangkan dan memelihara aturan atau disiplin didalam kelas.didalam pendekatan ini, disiplin sama dengan menejemen kelas. Pendekatan otoriter atau memaksakan kehendak. Memandang bahwa manajemen kelas sebagai suatu pendekatan pengendalian perilaku peserta didik oleh guru. Dalam pendekatan ini guru menempatkan peranan menciptakan dan memelihara ketertiban kelas dengan menggunakan strategi pengendalian. Tujuannya adalah mengendalikan perilaku peserta didik, serta guru bertanggung jawab mengendalikan perilaku peserta didik karena guru yang paling mengetahui dan berurusan dengan peserta didik.Pandangan yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk nienciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin.
Pendekatan otoriter memandang bahwa manajerial kelas sebagai suatu pendekatan pengendalian perilaku peserta didik oleh guru. Pendekatan ini menempatkan guru dalam peranan menciptakan dan memelihara ketertiban di kelas dengan menggunakan strategi pengendalian. Tujuan guru yang utama ialah mengendalikan perilaku peserta didik. Guru bertanggung jawab mengendalikan perilaku peserta didik karena gurulah yang paling mengetahui dan berurusan dengan peserta didik. Tugas ini sering dilakukan guru dengan menciptakan dan menjalankan peraturan dan hukuman.
 Kelebihan Pendidikan Otoriter
Pengelolaan kelas sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa kearah disiplin, bila timbul masalah – masalah yang merusak kedisiplinan dan ketertiban kelas maka menggunakan pendekatan perintah dan larangan, penekanan dan penguasaan, penghukuman dan pengancaman.
Pendekatan otoriter menawarkan lima strategi yang diterapkan dalam manajemen kelas:
• Menciptakan dan menegakkan peraturan
Adalah kegiatan guru manggariskan pembatasan-pembatasan dengan kepada peserta didik apa yang diharapkan dan mengapa hal tersebut diperlukan. Dengan demikian, kegiatan menciptakan dan menegakkan peraturan yang ada proses mendefinisikan dengan jelas dan spesifik harapan guru mengajar perilaku peserta didik di kelas. Peraturan merupakan pedoman yang diformalkan yang menggambarkan perilaku yang dibenarkan dan yang tidak dibenarkan. Maksud peraturan itu adalah menuntun dan membatasi perilaku peserta didik. Peraturan yang dirumuskan dengan jelas amatlah perlu peserta didik dapat bekerja sesuai dengan peraturan. Mengetahui/memahami peraturan yang menyatakan apa yang dibenarkan dan apa yang tidak dibenarkansangatlah penting sehingga peserta didik mengetahui yang harus dikerjakan dan mengetahui pelanggaran atas peraturan itu.
• Memberikan perintah, pengarahan dan pesan
Adalah strategi cara dalam mengendalikan perilaku peserta didik agar peserta didik dapat melakukan sesuatuyang diinginkan guru, perintah, pengarahan, dan pesan yang disampaikan dan dinyatakan dengan jelas dan mudah dipahami. Ada sesuatu cara yang sesuai dan sempurna dalam mengendalikan perintah peserta didik sepanjang tidak menggunakan paksaan untuk mematuhinya.
• Menggunakan teguran ramah dalam strategi
Dalam strategi memanajemeni kelas yang digunakan guru memarahi peserta didik yang berperilaku tidak sesuai, yang melanggar peraturandengan cara lemah lembut. Para penganjur strategi ini merekomendasikan bahwa teguran ramah adalah startegi yang efektif untukj mengembalikan peserta didik dari perilaku menyimpang yang ringan kepada perilaku yang diharapkan. Teguran ramah dapat dilakukan secara verbal maupun non verbal dimaksudkan untuk memberitahukan dan bukan menuduh.
• Menggunakan pengendalian dengan mendekati
Adalah tindakan guru bergerak mendekati peserta didik yang dilihatnya berperilaku menyimpang atau cenderung menyimpang. Strategi ini dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya situasi yang mengacaukan atau yang mempunyai kemungkinan mengacaukan. Tindakan itu dimaksudkan untuk menghukum atau mengintimidasi. Strategi ini didasarkan pada asumsi bahwa kehadiran guru secara fisik akan cukup berhasil mencegah peserta didik berprilaku menyimpang.
• Menggunakan pemisahan dan pengucilan.
Adalah strategi guru dalam merespon perilaku menyimpang peserta didik yang tingkat penyimpanganya cukup berat. Strategi tersebut cukup efektif menanggulangi perilaku menyimpang yang kadarnya berat dari peserta didik, dan bahkan strategi ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang bersih menghukum.
 Kelemahan Pendekatan Otoriter
• Pendekatan ini kurang mantap dalam pelaksanaan baik perintah maupun larangan dapat diterapkan atas dasar generalisasi masalah – masalah pengelolaan kelas tertentu.
• Guru yang mempraktekkan pendekatan otoriter memaksakan kepatuhan, merendahkan peserta didik, dan bertindak kasar. Walaupun tujuannya Guru otoriter bertindak untuk kepentingan peserta didik dengan menerapkan disiplin yang tegas.

One thought on “Pendekatan OTORITER dalam pembelajaran kelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s